<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=18824682&amp;blogName=ImajinasiKosong&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLACK&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fusie.blogspot.com%2F&amp;blogLocale=en_US&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fusie.blogspot.com%2Fsearch" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

16 April 2009

hitam putih


disini masih ada hitam dan putih yang tak pernah berniat merubah warnanya, menunggu dalam ketidak pastian, menanti sang pemilik datang, hingga waktu menyadarkan bahwa jejak itu tak mungkin kembali, menyadarkan bahwa cerita itu akan selalu ada, menyadarkan akan suatu hari yang terulang, dimana hitam akan selalu menghitam dan putih akan tetap memutih.

dan ketika rindu itu datang, maka kenangan itu membayang. imajinasipun seakan membawa ke beberapa cerita yang terlewat begitu saja tanpa bait terurai. tak ada jejak yang bisa membawa untuk melintasi kedalam indahnya dunia. ini semua salah saya yang tidak sempat untuk mengabadikannya dalam mimpimu. maafkan saya yang terlalu sibuk dengan keadaan. dan terima kasih untuk sebuah penantian.

dikala rona mulai berwarna,



maka hitam akan tetap menjadi hitam dan putih akan selalu menjadi putih


03 February 2009

kosongtiga


kosongtiga
03
"the more you praise and celebrate your life, the more there is in life to celebrate" by : Oprah Winfrey


31 August 2008

perjalanan sebelum puasa


hari sabtu kemarin bisa dikatakan hari yang paling melelahkan. walaupun awalnya jadwal sempat berubah dan melenceng, dikarenakan peserta yang tidak pasti dan waktu yang ngaret tiada tara. tapi tidak mengapa, acara berkeliling ke museum tetap dilakukan oleh saya dan teman-teman.

perjalanan dimulai dari gedung AMDI, sekitar jam 12 siang. seperti biasa, jakarta macet luar biasa, tapi hal itu sepertinya tidak mengurungkan niat kita untuk membatalkan perjalanan.

pemberhentian pertama, museum fatahillah.
hanya dengan membayar tiket masuk seharga seribu rupiah (maklumlah saya dan teman-teman kan hanya mahasiswa), saya sudah bisa mulai berkeliling melihat-lihat situasi dan keadaan, dari lantai satu sampai tiga, menelusuri pinggiran penjara ruang bawah tanah, juga meriam yang sedikit aneh bentuknya. serta tak lupa pula dengan mengabadikan setiap jengkalnya dalam kamera. thanx buat dika and DSLRnya, juga dono and his "fantasticam".


pemberhentian kedua, museum wayang.
sama seperti museum sebelumnya, hanya dengan seribu rupiah kita sudah bisa masuk dan melihat benda-benda didalamnya. dimulai dari wayang kulit, boneka seperti unyil dan para kru, wayang orang, wayang golek dan wayang-wayang lainnya. jujur, saya agak sedikit seram masuk ke museum ini, apa mungkin dikarenakan bentuk-bentuk wayang dan boneka itu yang menyerupai bentuk manusia? ah saya jadi ingat si "chucky". kendatipun, kata teman saya, aroma bau di ruangan museum ini agak-agak lembab. wew!

dikarenakan waktu dan tenaga yang sedikit mulai berkurang, otomatis schedule yang telah disusun berubah. dari beberapa museum, dapat dipastikan mungkin hanya tiga saja yang dapat kita telusuri. perjalanan dilanjutkan. dari bangunan kota tua menuju monas.

pemberhentian ketiga, monumen nasional.
"gue pengen bangedh naek ke atas!" salah satu keinginan teman saya dono yang menyebabkan monas sebagai salah satu deretan tempat bersejarah yang WAJIB kita datangi hari itu. sampai-sampai hujan yang mengguyur pelataran parkirpun tidak digubris. untung saja, disediakan sejenis kereta atau trem kecil untuk mengangkut pengunjung menuju monumen tersebut, sehingga para pengunjung tidak terlalu capek. parahnya, kita dilatih untuk bersabar di sini, dikarenakan harus mengantri terlebih dahulu supaya bisa naik ke atas monas. tapi tak mengapa, bukankah ini tujuan kita hari ini? menjelajahi tempat bersejarah. dan sesampainya diatas. as always "gini doank?"

sepulang dari monas, kita melanjutkan perjalanan ke sabang. mengisi perut yang sedari siang belum diisi, sampai-sampai saya jadi tidak ada lagi nafsu buat makan. untung saja ada makhluk tong sampah lainnya ^^ jadi nasi gila saya tidak terbuang percuma.

perjalanan diakhiri di gedung AMDI, di tempat awal perjalanan dimulai. sekitar jam 7 malam, saya dan teman-teman berpisah, mengucapkan salam dan pulang ke masing-masing arah yang berlainan.

ps : sementara poto diambil dari sini dulu ^^


31 July 2008

keadilan sosial bagi...


"jangan pernah tanyakan, kenapa blog ini terlihat senyap
karena saya bukan sedang tertidur lelap
dan...
jangan pernah mengira warna hitam dan putih terkesan usang
karena seyakinnya itu hanyalah imajinasi yang kosong"

sebuah kalimat pembuka yang ngasal, yang tadinya disinyalir sebagai kalimat yang bertujuan untuk meyakinkan saya agar terus semangat menulis. walaupun kenyataannya saya sendiri tidak tahu itu berpengaruh atau tidak. seringkali pekerjaan dan kuliah dijadikan alasan yang memberatkan saya berurusan dengan kandang ini. mengaku menjadi seorang pemalas rasanya sangat sulit untuk saya.
ok! mari kita lupakan sejenak. saat ini saya tidak akan menjadikan itu semua sebagai alasan. priktiw tentang semua alasan yang ada. yang saya iyakan, saya hanya ingin menulis. oia, tapi sebelumnya tolong jangan tertawakan saya, apalagi sampai menghina saya, karena untuk kali kedua saya melakukan "habit" dengan memosting di akhir-akhir bulan, atau bisa dikatakan, absen persetiap bulannya. hahaha! *ups*

kemarin itu saya pergi untuk melacak angkutan umum yang beredar di jakarta. secara misi saya adalah mencari kendaraan dari arah sarinah menuju slipi. rute kendaraan yang akan sering saya lalui nantinya ketika menempuh kampus. perjalanan dimulai dari rumah, menggunakan bis besar kebanggaan bang yos. janji bertemu teman ketika transit di harmoni. dilanjutkan dengan pindah ke rute arah blok m. tadinya berniat untuk turun di sarinah, tapi ternyata teman mengusulkan lain. kita turun di bunderan hi. dan dia mengajak saya untuk menyinggahi mall yang bisa dikategorikan hanya untuk golongan kelas atas. nekat masuk? pasti! itulah saya, dengan bermodalkan sendal jepit yang agak lumayan bagus (tetep saja jepit) dan tas ransel berisikan laptop (sedikit gayalah dengan adanya laptop), saya mengitari hampir seluruh lantai di ex dan plaza indonesia. tidak banyak yang berubah di sana sejak terakhir saya datang ketika ada audisi indonesian idol. tunggu! bukan saya yang ikutan, saya hanya mengantarkan teman (hanya untuk memastikan kalian, bahwa bukan saya yang ikutan audisi itu, bisa meleleh nanti jika mendengar suara bebexdayanti).
berada dalam satu gedung bersama orang-orang kelas atas, ternyata tak hanya membuat saya tidak nyaman. si teman pun ternyata merasakan hal yang serupa. bagaimana tidak? berjalan mengitari mall yang luas hanya beralaskan sendal jepit dan baju kaos. sedangkan yang lain? kemeja dan gaun bermerk, juga sendal dan sepatu yang mungkin harganya entahlah. yang pasti, malam itu mungkin hanya kami berdua yang sangat "engga banged" dimata mereka. tapi peduli so what. toh kita juga masih bisa menyempatkan diri untuk duduk manis di foodcourt, menghabiskan duapuluhlimariburupiah untuk semangkok mie ayam. tiba waktunya kami pulang. di pintu keluar, di pinggiran bunderan plaza indonesia, ternyata banyak kaum yang terbalik lurus dibandingkan kaum yang ada di dalam gedung itu. duduk ngaprak melihat air mancur dan kendaraan lalu lalang, makan gorengan sambil minum teh botol dingin, bersenda tawa dengan teman, menghabiskan waktu menikmati malam. kegiatan yang mengasikan! ketimbang duduk di cafe, menghabiskan duit banyak, yang ujung-ujungnya sama-sama menelan karbohidrat.
heran, padahal jaman sudah reformasi, negara juga sudah merdeka berpuluh-puluh tahun lamanya. tapi kenapa keadaan negara masih saja seperti ini? masih banyak kaum yang tertindas dan terjajah. dimana penerapan sila kelima dari pancasila? apakah keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia hanya sebuah hiasan indah di dada burung garuda? ataukah keadilan sosial hanya diperuntukan bagi kaum-kaum tertentu? sangat disayangkan, kaum golongan atas banyak yang tidak pernah peduli akan sekitar, terlebih kaum yang lemah dan tertindas. pemerintah juga tidak bisa bersikap adil untuk mengatasi hal seperti ini. hanya diam menikmati kekuasaan dan berdiri diatas keegoisan mereka masing-masing. pantas saja kalau korban lapindo tambah kesal ketika tahu ada pesta yang menghabiskan banyak rupiah. bakrie oh bakrie! singkirkan esia anda dan buang jauh-jauh hp anda, suatu saat jika saya menemukannya, pasti saya pungut!

terima kasih, karena sampai saat ini, saya masih diberi kesempatan untuk menjadi bagian di tengah kedua kaum itu. tuhan memang paling pintar menempatkan posisi umatnya. tapi bukankah roda kehidupan itu terus berputar? bisa dibayangkan, jika posisi si kedua kaum dibalik. apa yang terjadi?

ps : saya masih lanjut hunting ke sabang bersama teman, menikmati sepiring nasi gila karena ketidakpuasan mie ayam, alhasil rute bis terabaikan. so? ada yang tau rute paling nyaman menuju slipi dari sarinah?


30 June 2008

lalu lintas jakarta


malam ini saya duduk di ruang komputer. setelah menjalani hari yang sangat padat. menyalakan pc, online sejenak dengan ditemani segelas teh melati hangat. browsing sana sini. searching itu ini.
ujian sebentar lagi akan berakhir, semoga saja saya lulus dengan nilai yang memuaskan, hanya sebuah permohonan, semoga dikabulkan.

akhir-akhir ini jakarta semakin penuh saja, bukan hanya penduduk tapi juga kendaraan. terbukti, kemacetan sudah menjamur dimana-mana. sial bagi saya yang mempunyai rute perjalanan panjang untuk menempuh kampus. tapi tak mengapa jika para pengendara itu taat pada peraturan, masalahnya banyak pengendara bermotor sekarang ini yang tidak pernah menggunakan "otak"-nya untuk mengemudi. terbukti pada saya yang sering menjadi korban keegoisan para pengendara bermotor, khususnya pengendara sepeda motor. dengan seenaknya mereka mengemudi, dengan seenaknya mereka melaju, dan dengan seenaknya mereka melempar kesalahan karena hal cara mengemudi kendaraan yang salah.

hukum seperti apa yang ada di jakarta ini? peraturan lalu lintas yang masih tidak jelas. selalu menyalahkan pihak dengan hanya melihat bentuk kendaraan. contoh saja ada kejadian kecelakan antara sepeda dengan motor, yang disalahkan pastilah motor. motor dengan mobil, pastilah juga yang disalahkan adalah mobil. lalu kapan metromini dan mikrolet pantas untuk disalahkan? yang pasti kendaraan umum itu tak akan bisa disalahkan. hanya dengan kata "maap pak..", kita harus ikhlas menerima yang mereka lakukan dalam berkemudi. walaupun para supir angkutan umum itu jelas sangat ugal-ugalan dalam mengemudikan kendaraannya. toh untuk meminta ganti rugi juga merupakan hal yang percuma.

lalu...
apa tugas seorang polantas kalau begitu? mengatasi kemacetan saja tidak mampu.
mana peraturan yang menetapkan pengendara bermotor harus menyalakan lampu dan berjalan di sebelah kiri?
mana peraturan yang menetapkan dilarang menggunakan handphone ketika sedang berkemudi?
mana peraturan yang menetapkan pemberhentian angkutan umum harus di halte?
lalu...
siapa yang bersalah atas lalu lintas yang kacau seperti ini?


dear pak polisi..
pak, tolong atur lalu lintas di jakarta dengan benar. usahakan untuk bersikap sportif, jangan hanya asal menilang!
oia satu lagi pak, jangan ikut-ikutan untuk tidak patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas yak. dan jangan lupa, jalankan tugas secara baik dan benar.

regards,
bebex


foto : dari sini

Labels: