<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=18824682&amp;blogName=ImajinasiKosong&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLACK&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fusie.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fusie.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

12 March 2007

Selamat jalan sahabat kecilku


"Ma,
aku tidak akan pernah minta dilahirkan
jika kehadiranku di bumi hanya untuk membuatmu sedih dan menangis"


Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau pernah menyebutkan kata "Na"? Kata yang pertama kali keluar dari mulutmu saat kau panggil "Nia". Lucu sekali kau saat itu, kau berusaha untuk menyebutkan kata "Nia" tapi alhasil kata "Na" lah yang terucap. Kami senang, kami tertawa. Si cece yang punya nama itu pun merasa bangga dipanggil olehmu.
Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau dengan indomie goreng dan segelas air sirup bikinan Eyang Uti ? Dengan cepat kau melahap semua mie itu, tanpa menawarkannya sedikitpun padaku. Dan setelahnya barulah kau meminum air sirup dengan beberapa buah es batu didalamnya. Lalu kau berkata dengan menyinggungkan senyummu yang sombong dan licik "Uhmm enaaaaak..."
Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau saat kita naik mobil kijang Eyang Adung untuk menjemput "Nia"? Kau yang tak mau mengalah denganku untuk duduk di belakang. Sungguh sebal aku denganmu saat itu. Tapi tidak bertahan lama, karena wajah ceriamu tidak bisa membuat orang2 disekitarmu untuk sebal padamu. Bertiga kita di dalam mobil penuh dengan canda tawamu. Begitu senangnya kau saat itu. "Pipa nu ayam Mc.D ya yang", seperti itulah kau merengek pada sang Eyang ketika mobil melintas depan Mc.D (kelapa gading) dan pulangnya kau meminta Nia untuk membelikannya.
Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau ketika mengantarkan sebungkus nasi kuning dan bakwan untukku? Hampir setiap pagi kau membangunkanku dari tidur, hanya untuk menanyakan "Utci, nu ati uning? Ate awan tidak ate awan? Ate uwit tidak ate uwit?". Haha sebuah pertanyaan yang aneh, tapi sangatlah lucu buatku.
Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau dengan mainan-mainanmu? Berserakan di lantai kamar Nia, dan kau tak peduli jika nanti Nia akan marah padamu. Toh buktinya kau masih saja asik bermain dengan mainanmu, tak luput Eyang Uti yang sedang tertidurpun kau ajak untuk ikut serta. Dan aku? Hanya memandangmu dari atas tempat tidur.
Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau ketika menaiki jembatan Pasar Baru bersama Idon? Kau takut lalu kau menangis. Idon akhirnya berusaha menggendongmu, walau ia harus kehilangan sedikit tenaganya untukmu. Berhenti di suatu pojokan toko, kau menarik bajuku, menunjuk sebuah kios es krim. Aku tau. Kau ingin makan es krim coklat kesukaanmu bukan? Hari itu kau benar-benar berkeliling di arena Pasar Baru dengan kakimu yang kecil, hanya untuk menemaniku dan Idon berbelanja.
Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau pernah menghabiskan waktumu di rumah Ande dan Nini? Menonton DVD sampai malam hari? Ketika yang lain sudah tertidur, dan kau masih saja asik menonton. Sampai habis, barulah kau membangunkan Nini untuk mematikan tivi.
Sahabat kecilku,
masih ingatkah kau dengan mie ayam si abang di depan kantor pos? Kau selalu memintaku untuk membelikanmu, setelah aku menaroh beberapa surat lamaran yang akan aku kirim melalui pos. Kau sangat menyukai mie. Dan satu lagi, kau juga sangat menyukai teh botol!

Hari Rabu pagi, kau ke rumah, bertemu dengan Nia, Eyang Adung, dan kau sempat menanyakan Eyang Uti pada Eyang Adung, setelahnya barulah kau berikan nasi kuning itu buatku. Itulah terakhir kalinya kau bermain di rumah. Karena Senin sore, Hpku sudah berbunyi, banyak missed call panggilan yang tak sempat kujawab, banyak SMS yang belum sempat kubaca, karena saat itu aku sedang tidak berada di meja kerjaku. HPku kembali berbunyi. Nini! Segera kujawab telepon dari Nini, aku terdiam, hanya diam, aku mendengar kabar tentangmu, kabar duka.

Sahabat kecilku,
mungkin saat ini kita tidak akan pernah bisa lagi menghabiskan waktu bersama. Kau pasti sudah bahagia di atas sana, bersama denganNya yang selalu menjagamu. Aku jamin itu!
Terima kasih sahabat kecilku, atas tawamu, atas senyummu, atas nakalmu, atas tangismu, atas harimu, atas waktumu, atas semua kenangmu yang kau hadirkan. Rasa ini, rindu ini, pasti akan selalu tersimpan! Selamat jalan sahabat kecilku, selamat ulang tahun Pipa!

Sebuah kalimat yang diceritakan sang bunda, sebelum akhirnya seorang sahabat kecil berpulang padaNya.
"Ma, ulang tahun besok dirayain di Kentucky ya. Sepuluh orang saja cukup koq."