27 February 2008
tidak ada yang abadi
- tak ada sesuatu yang abadi, karena nanti semua akan kembali -

tepat dua minggu yang lalu. suatu siang di terik yang panas. dia datang. seorang gadis cilik berkepang dua. melepaskan lelahnya dibahu saya yang kasar sambil menikmati sepoi-sepoi udara yang hilir mudik. dia duduk dengan tenang sekali. mengambil posisi menghadap pepohonan yang jauh diujung sana. kemudian dia mulai mengeluarkan sebuah alat tulis beserta buku berwarna hijau yang tidak terlalu tebal dan tak bersampul. lalu dia buka buku itu. membolakbalikan halaman per halaman, hingga akhirnya dia mulai menulis baris hingga baris. perlahan saya mencoba untuk melirik isi buku itu. saya ingin tahu apa yang dia tulis. rahasiakah? pentingkah? atau hanya sekedar coret moret iseng belaka? saya tidak pernah tahu apa yang ditulisnya. jelas saja, karena lirikan saya untuk mengetahui isi buku itu tidak pernah kesampaian alias gagal. yang saya tahu hanya setelah selesai menulis, dia akan menyobek kertas dari buku berwarna hijau itu, memberi nomor, meremasnya, membuat ujung-ujung kertas itu bersatu, lalu mengikatnya dengan tali, dan kemudian dia akan mengikatkan kembali kertas yang sudah bertali itu ke jari-jemari saya, sebelum akhirnya dia pergi. entah apa maksudnya, saya belum juga mengerti. secara saya juga tidak tahu apa yang ditulisnya tadi.
seperti itulah kira-kira awal perkenalan saya dengannya. semenjak itu, dia sering kembali mengunjungi saya. melakukan aktivitasnya. malah terkadang sampai tertidur pulas di bahu saya. saya benar-benar menikmati setiap kedatangannya. menyenangkan melihatnya menulis dan menggantungkan kertas-kertas itu di jari-jemari saya. dan sepertinya saya mulai terbiasa dengan keadaan seperti ini. sampai pada suatu hari, saya kehilangan dia. seminggu sudah saya tidak pernah lagi mendapat kunjungan darinya. hari ini saya tunggu, besok saya tunggu, lusa saya tunggu. tetap dia tidak datang. ada apakah? saya kangen.
di waktu yang tak terduga, di saat saya sedang sendiri berteman sepi. seorang wanita paruh baya datang ke arah tempat saya berdiri. wanita itu mengambili semua kertas yang sudah tergantung di jari-jemari saya. hei! apa yang dia lakukan? itu bukan miliknya!
perlahan dia buka ikatan pada kertas itu, meluruskan dan merapihkan agar tulisan yang ada didalamnya bisa terbaca. begitu seterusnya hingga pada gumpalan terakhir. kemudian wanita itu mengumpulkan kertas-kertas tersebut menjadi satu berdasarkan nomor yang telah diberi tanda sebelumnya. hingga akhirnya wanita itu menangis. rasa penasaran saya mulai lagi. perlahan saya mencoba melirik tulisan apa yang ada pada kertas itu. berhasil! saya bisa membacanya.
kertas pertama :
"ibu, hari ini aku menemukan sebuah tempat dengan pemandangan yang indah! sebuah pohon yang rindang, kuat dan kokoh. mungkin beberapa hari ke depan aku akan sering kesini untuk menuliskan tulisan ini untuk ibu."
kertas kedua :
"ibu, aku capek sekali. bagaimana kalau besok ibu membawakanku dua botol air mineral, karena kalau satu rasanya tidak cukup.oia, aku mau tidur dulu, badanku lemas."
kertas ketiga :
"terima kasih ibu, hausku sudah hilang. sekarang aku mau pipis, tapi aku tidak ingin mengotori pohon ini. semoga saja aku bisa menahannya sampai nanti di rumah."
kertas keempat :
"tadi aku jatuh, luka dan berdarah. begitu juga hidungku. sekarang palaku pusing. ibu, aku ingin istirahat."
kertas kelima :
"ibu, hidungku berdarah lagi. aku ingin tidur saja."
kertas keenam :
"semakin hari aku semakin lelah untuk berjalan, apa yang terjadi denganku ibu? kepalaku sering pusing, pemandanganku terkadang kabur, dan hidungku tak jarang mengeluarkan darah."
kertas ketujuh :
"aku suka disini ibu, sepi, pemandangannya indah, hanya ada pepohonan dan semilir angin. apakah seperti ini surga itu ibu? seperti yang pernah ibu ceritakan padaku? kalau iya, berarti aku tidak salah milih tempat."
foto : dari sini dan sudah diedit



24 imajinasi :
ini rupanya,
sie bukannya suatu yang abadi itu indah?
semoga dia bahagia. doain ya sie
thx anyway
ya, jangan dipatok di abadinya. tapi bagaimana hidup dengan indah.
#vendy :
jadi bener gue apa depe ndy?
tidak ada yang abadi, kok berimajinasi . . . ?
tapi untuk yang ini nilaimu B3,
Bebex B*** Banget . .
eh B29 . . enggak B2008 . . :P
ummm....ini cerita sedih ya? tentang kematian? :(
saya seperti membaca bahwa kematian itu polos indah menyedhkan sekaligus menyejukkan.
nice.
baca surat2nya.....mengharukan.....karena tahu tak ada yg abadi, harusnya tidak membuat kita menangis...tapi selalu tetap menangis....
Ms. Be2x yg imoet, klo boleh yo2e menambahkan bahwa : "Kematian adalah Awal dari Kehidupan yang sebenar-benarnya." jadiiii kamu jangan nakal lagi ya... jadilah anak yg baik nanti yo2e buatin kue Brownies Keju/Coklat Rasa...in deh.
Sok melo lu Bex... :lol:
Ya kalo menurut aku sih (kata guru ngaji ding), hidup kita abadi, ntar tunggu ajah... :)
keabadian nggak penting, yg penting berkesan
#ebeSs :
plis de pak..
topik postingannya da bukan masalah nilai lagi neee
ngingetin ama nilai uas kmren ajha :( hikz!
#venus :
mmmm
sebenernya bukan bermaksud untuk menceritakan kesedihan tan
cuma pengen ngasi tau kalo nantinya kita semua akan balik ke DIA
#bedh :
thx bedh!
#endangcinta :
^^ jangan dibiasain mba
#yo2e :
makasi..
#sangprabo :
oh yah?
critain wo...
harus!!!
jelaskan secara detail ^^
#bluestockin :
mmmm
begitu ya?
duuh jadi sedih deh bacanya..
tapi menurut ridu ada lho di dunia ini yg abadi.. yaitu "perubahan"
"Kamu mau memilih yang mana?
tulisan begitu inspiratif.
jadi agak merinding bacanya.
btw makasih yah :-)
wuahhh ceritanya indah sekali...dan pas, temen saya baru aja meninggal dua hari yang lalu...semacam reminder buat saya ini....
keren bex!
nice story :-)
critanya cerita apa sih bex?
oon mode[Off]
implisit yah..
stlh baca, gw berharap gadis kecil itu msh sehat bex..
cm jarang dtng k pohon lg..
gt sih, sdkt ada secercah harapan ddalemny :P
siapa yg mati?
#ridu :
perubahan? seperti apakah?
#yoki :
antara?
#yons revolta :
hla,,sharusanya saya yang harus ngucapin
makasi ^^
#parzidbreakz, cie , diah :
tq bangedh ^^
#oon :
coba hilangkan sedikit oonmu itu on :D hehehe!!
#galz :
hehe
harapan lo salah galz ^^
#anonymous :
didi ^^
yg abadi adalah kehidupan setelah kematian.. karena itu seharusnya kita mempersiapkan bekal menuju masa itu..
wah, rame juga di sini. tulisannya bagus. salam.
ass, yup smua yg ad ddunia ini ga ad yg abadi. Tp mbaca artikel ini jd sedih...
ikutan berimajinasi atau balik ke kandang