<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=18824682&amp;blogName=ImajinasiKosong&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLACK&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fusie.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fusie.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

31 July 2008

keadilan sosial bagi...


"jangan pernah tanyakan, kenapa blog ini terlihat senyap
karena saya bukan sedang tertidur lelap
dan...
jangan pernah mengira warna hitam dan putih terkesan usang
karena seyakinnya itu hanyalah imajinasi yang kosong"

sebuah kalimat pembuka yang ngasal, yang tadinya disinyalir sebagai kalimat yang bertujuan untuk meyakinkan saya agar terus semangat menulis. walaupun kenyataannya saya sendiri tidak tahu itu berpengaruh atau tidak. seringkali pekerjaan dan kuliah dijadikan alasan yang memberatkan saya berurusan dengan kandang ini. mengaku menjadi seorang pemalas rasanya sangat sulit untuk saya.
ok! mari kita lupakan sejenak. saat ini saya tidak akan menjadikan itu semua sebagai alasan. priktiw tentang semua alasan yang ada. yang saya iyakan, saya hanya ingin menulis. oia, tapi sebelumnya tolong jangan tertawakan saya, apalagi sampai menghina saya, karena untuk kali kedua saya melakukan "habit" dengan memosting di akhir-akhir bulan, atau bisa dikatakan, absen persetiap bulannya. hahaha! *ups*

kemarin itu saya pergi untuk melacak angkutan umum yang beredar di jakarta. secara misi saya adalah mencari kendaraan dari arah sarinah menuju slipi. rute kendaraan yang akan sering saya lalui nantinya ketika menempuh kampus. perjalanan dimulai dari rumah, menggunakan bis besar kebanggaan bang yos. janji bertemu teman ketika transit di harmoni. dilanjutkan dengan pindah ke rute arah blok m. tadinya berniat untuk turun di sarinah, tapi ternyata teman mengusulkan lain. kita turun di bunderan hi. dan dia mengajak saya untuk menyinggahi mall yang bisa dikategorikan hanya untuk golongan kelas atas. nekat masuk? pasti! itulah saya, dengan bermodalkan sendal jepit yang agak lumayan bagus (tetep saja jepit) dan tas ransel berisikan laptop (sedikit gayalah dengan adanya laptop), saya mengitari hampir seluruh lantai di ex dan plaza indonesia. tidak banyak yang berubah di sana sejak terakhir saya datang ketika ada audisi indonesian idol. tunggu! bukan saya yang ikutan, saya hanya mengantarkan teman (hanya untuk memastikan kalian, bahwa bukan saya yang ikutan audisi itu, bisa meleleh nanti jika mendengar suara bebexdayanti).
berada dalam satu gedung bersama orang-orang kelas atas, ternyata tak hanya membuat saya tidak nyaman. si teman pun ternyata merasakan hal yang serupa. bagaimana tidak? berjalan mengitari mall yang luas hanya beralaskan sendal jepit dan baju kaos. sedangkan yang lain? kemeja dan gaun bermerk, juga sendal dan sepatu yang mungkin harganya entahlah. yang pasti, malam itu mungkin hanya kami berdua yang sangat "engga banged" dimata mereka. tapi peduli so what. toh kita juga masih bisa menyempatkan diri untuk duduk manis di foodcourt, menghabiskan duapuluhlimariburupiah untuk semangkok mie ayam. tiba waktunya kami pulang. di pintu keluar, di pinggiran bunderan plaza indonesia, ternyata banyak kaum yang terbalik lurus dibandingkan kaum yang ada di dalam gedung itu. duduk ngaprak melihat air mancur dan kendaraan lalu lalang, makan gorengan sambil minum teh botol dingin, bersenda tawa dengan teman, menghabiskan waktu menikmati malam. kegiatan yang mengasikan! ketimbang duduk di cafe, menghabiskan duit banyak, yang ujung-ujungnya sama-sama menelan karbohidrat.
heran, padahal jaman sudah reformasi, negara juga sudah merdeka berpuluh-puluh tahun lamanya. tapi kenapa keadaan negara masih saja seperti ini? masih banyak kaum yang tertindas dan terjajah. dimana penerapan sila kelima dari pancasila? apakah keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia hanya sebuah hiasan indah di dada burung garuda? ataukah keadilan sosial hanya diperuntukan bagi kaum-kaum tertentu? sangat disayangkan, kaum golongan atas banyak yang tidak pernah peduli akan sekitar, terlebih kaum yang lemah dan tertindas. pemerintah juga tidak bisa bersikap adil untuk mengatasi hal seperti ini. hanya diam menikmati kekuasaan dan berdiri diatas keegoisan mereka masing-masing. pantas saja kalau korban lapindo tambah kesal ketika tahu ada pesta yang menghabiskan banyak rupiah. bakrie oh bakrie! singkirkan esia anda dan buang jauh-jauh hp anda, suatu saat jika saya menemukannya, pasti saya pungut!

terima kasih, karena sampai saat ini, saya masih diberi kesempatan untuk menjadi bagian di tengah kedua kaum itu. tuhan memang paling pintar menempatkan posisi umatnya. tapi bukankah roda kehidupan itu terus berputar? bisa dibayangkan, jika posisi si kedua kaum dibalik. apa yang terjadi?

ps : saya masih lanjut hunting ke sabang bersama teman, menikmati sepiring nasi gila karena ketidakpuasan mie ayam, alhasil rute bis terabaikan. so? ada yang tau rute paling nyaman menuju slipi dari sarinah?