31 August 2008
perjalanan sebelum puasa
hari sabtu kemarin bisa dikatakan hari yang paling melelahkan. walaupun awalnya jadwal sempat berubah dan melenceng, dikarenakan peserta yang tidak pasti dan waktu yang ngaret tiada tara. tapi tidak mengapa, acara berkeliling ke museum tetap dilakukan oleh saya dan teman-teman.
perjalanan dimulai dari gedung AMDI, sekitar jam 12 siang. seperti biasa, jakarta macet luar biasa, tapi hal itu sepertinya tidak mengurungkan niat kita untuk membatalkan perjalanan.
pemberhentian pertama, museum fatahillah.
hanya dengan membayar tiket masuk seharga seribu rupiah (maklumlah saya dan teman-teman kan hanya mahasiswa), saya sudah bisa mulai berkeliling melihat-lihat situasi dan keadaan, dari lantai satu sampai tiga, menelusuri pinggiran penjara ruang bawah tanah, juga meriam yang sedikit aneh bentuknya. serta tak lupa pula dengan mengabadikan setiap jengkalnya dalam kamera. thanx buat dika and DSLRnya, juga dono and his "fantasticam".
pemberhentian kedua, museum wayang.
sama seperti museum sebelumnya, hanya dengan seribu rupiah kita sudah bisa masuk dan melihat benda-benda didalamnya. dimulai dari wayang kulit, boneka seperti unyil dan para kru, wayang orang, wayang golek dan wayang-wayang lainnya. jujur, saya agak sedikit seram masuk ke museum ini, apa mungkin dikarenakan bentuk-bentuk wayang dan boneka itu yang menyerupai bentuk manusia? ah saya jadi ingat si "chucky". kendatipun, kata teman saya, aroma bau di ruangan museum ini agak-agak lembab. wew!
dikarenakan waktu dan tenaga yang sedikit mulai berkurang, otomatis schedule yang telah disusun berubah. dari beberapa museum, dapat dipastikan mungkin hanya tiga saja yang dapat kita telusuri. perjalanan dilanjutkan. dari bangunan kota tua menuju monas.
pemberhentian ketiga, monumen nasional.
"gue pengen bangedh naek ke atas!" salah satu keinginan teman saya dono yang menyebabkan monas sebagai salah satu deretan tempat bersejarah yang WAJIB kita datangi hari itu. sampai-sampai hujan yang mengguyur pelataran parkirpun tidak digubris. untung saja, disediakan sejenis kereta atau trem kecil untuk mengangkut pengunjung menuju monumen tersebut, sehingga para pengunjung tidak terlalu capek. parahnya, kita dilatih untuk bersabar di sini, dikarenakan harus mengantri terlebih dahulu supaya bisa naik ke atas monas. tapi tak mengapa, bukankah ini tujuan kita hari ini? menjelajahi tempat bersejarah. dan sesampainya diatas. as always "gini doank?"
sepulang dari monas, kita melanjutkan perjalanan ke sabang. mengisi perut yang sedari siang belum diisi, sampai-sampai saya jadi tidak ada lagi nafsu buat makan. untung saja ada makhluk tong sampah lainnya ^^ jadi nasi gila saya tidak terbuang percuma.
perjalanan diakhiri di gedung AMDI, di tempat awal perjalanan dimulai. sekitar jam 7 malam, saya dan teman-teman berpisah, mengucapkan salam dan pulang ke masing-masing arah yang berlainan.
ps : sementara poto diambil dari sini dulu ^^


